close

Pengusaha Amerika Optimistis Perekonomian Indonesia

Rabu, 18 Januari 2006 | 18:53 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sebanyak 45 pengusaha asal Amerika Serikat yang tergabung dalam US-Indonesia Business Council kemarin menemui Menteri Koordinator Perekonomian Boediono.

Para eksekutif itu berasal dari perusahaan-perusahaan terkemuka dunia seperti Beyond Petroleum, Boeing, Coca-Cola, ConocoPhilips, ExxonMobil, Federal Express, Ford Motor, Freport McMoRan, IBM, Microsoft, Oracle, serta Philip Morris dan PT HM Sampoerna Tbk.

Delegasi pengusaha Amerika ini menanyakan kondisi perekonomian dan kebijakan pemerintah Indonesia. Para pengusaha terutama menanyakan masalah perpajakan, pengenaan cukai produk tertentu, serta menanyakan tertundanya pelaksanan infrastructure summit tahap kedua yang semula direncanakan akan diselenggarakan pada Februari 2006.

Para eksekutif ini juga menyambut baik pencabutan pajak pertambahan nilai barang modal sektor minyak dan gas serta pajak penjualan barang mewah otomotif.

Setelah bertemu dengan Boediono, Ketua US-Indonesia Business Council, Robert W. Haines, optimistis dengan kondisi perekonomian Indonesia. Ini dibuktikan dengan banyaknya delegasi yang tertarik datang ke Indonesia dalam pertemuan kemarin, sekitar 45 orang dari 22 perusahaan.

Menurut dia, pertemuan semacam ini telah beberapa kali dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Pada 2004, kalangan pebisnis Amerika juga berdialog dengan pemerintah Indonesia soal iklim investasi.

Indonesia, kata Haines, sedang berkompetisi dengan negara lain untuk menarik investasi. Karena itu, pemerintah harus selalu mengevaluasi kebijakannya.

"Perusahaan-perusahaan pasti akan menanamkan modalnya di tempat yang iklim investasinya bagus."

Retno Sulistyowati - Tempo

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan