Industri Makanan dan Tembakau Diperkirakan Tumbuh 4,5 Persen

Kamis, 19 Januari 2006 | 02:08 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Jenderal Industri dan Kimia Departemen Perindustrian Benny Wahyudi memaparkan industri makanan, minuman, dan tembakau pada 2006 diproyeksikan akan tumbuh 4,5 persen dengan nilai ekspor menjadi Rp 5,2 miliar dolar AS, naik dari ekspor tahun lalu Rp 4,56 miliar dolar AS.

“Kami optimis sektor industri ini dapat menarik investasi 30,19 trilun rupiah, dengan jumlah tenaga kerja meningkat menjadi 860 ribu orang,” kata Benny saat memaparkan Perkembangan Industri Agro dan Kimia, Rabu (18/1).

Industri makanan, minuman, dan tembakau diperkirakan akan mengalami pertumbuhan karena peningkatan daya beli masyarakat akibat kenaikan upah minimum provinsi dan gaji pegawai. “Selain itu, juga karena adanya kesepakatan WTO untuk menghapus subsidi ekspor negara maju atas produk pertanian,” ujarnya.

Namun, sektor industri ini bakal menemui masalah akibat kenaikan harga kemasan plastik, tingginya kenaikan biaya distribusi dan transportasi, mutu bahan baku yang kurang kompetitif, serta munculnya peraturan-peraturan daerah yang menambah beban biaya perusahaan.

“Pertumbuhan industri pengolahan tembakau rendah karena kenaikan harga jual eceran rokok, peredaran rokok ilegal, serta pengendalian produk rokok karena konvensi WHO,” kata Benny. Jojo Raharjo






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: