Pemerintah Belum Putuskan Kenaikan Tarif Listrik

Kamis, 19 Januari 2006 | 11:19 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah masih belum memutuskan kenaikan tarif dasar listrik.

"Kami coba lihat dari implikasinya terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Kami harus menghitungnya secara hati-hati," kata Sri Mulyani seusai bertemu dengan pengusaha Amerika Serikat di Kantor Pajak, Jakarta, Kamis (19/1).

Ia menyatakan, implikasi kenaikan tarif listrik akan berdampak terhadap segala lapisan masyarakat. Kenaikan, kata dia, pasti akan memberi beban. Namun, kalau tidak dinaikkan anggaran untuk bahan bahar guna keperluan PLN pada APBN juga sangat sedikit.

Selain itu, ia mengakui, kenaikan tarif listrik juga akan berdampak terhadap laju inflasi. "Dampak terhadap inflasi, dampak terhadap kesejahteraan masyarakat, dampak terhadap pertumbuhan ekonomi, dampak terhadap APBN semuanya dilhat. Makanya kami butuh waktu satu pekan lagi," paparnya.

Seperti diberitakan sebelumnya pemerintah berencana menaikkan tarif dasar listrik. Adapun skenario yang ada, untuk rumah tangga kecil dengan kapasitas 450-900 VA kenaikan diperkirakan di bawah tujuh persen.

Untuk rumah tangga menengah ke atas kenaikan sekitar 83-90 persen. Dan untuk industri besar kenaikan bahakan diperkirakan bisa lebih dari 100 persen. suryani ika sari

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: