Harga Minyak Dunia Terus Melambung
Minggu, 22 Januari 2006 | 22:18 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Prediksi bahwa harga minyak mentah dunia tahun ini akan menurun laksana jauh panggang dari api. Pekan ini, harga minyak dunia terus melesat naik. Dalam perdagangan di New York Mercantile Exchange, akhir pekan lalu harga minyak mentah dunia ditutup pada US $68,48 per barel.
Semakin meroketnya harga minyak mendekati US$ 70 per barel mengakibatkan perdagangan saham industri di Dow Jones rata-rata mengalami penurunan 2 persen. Pada sesi akhir perdagangan saham pekan lalu, 30 saham blue chip Dow Jones jatuh sampai 213.32 poin, atau 1,96 persen.
Saat terakhir perdagangan bursa efek New York mengalami penurunan lebih dari 200 persen yakni pada Maret 2003. Saat itu Dow Jones terpuruk sampai 307,29 poin. Semua saham yang diperdagangkan di Dow Jones jatuh, kecuali McDonald yang mengalami kenaikan 1,9 persen.
Kejatuhan terbesar dialami saham Citigroup, yang anjlok 4,7 persen. Indikasi ini tidak hanya menunjukkan kekhawatiran rendahnya pendapatan perusahaan itu, tapi juga keuntungan perusahaan yang bergerak di sektor finansial pada umumnya.
Pada kesempatan yang sama, Iran menyatakan pengurangan produksi minyak dunia, berbarengan dengan persiapannya memindahkan aset luar negerinya ke luar Eropa. Iran meminta OPEC agar produksi minyak dapat dikurangi 1 juta barrel per hari, untuk membantu mengangkat harga minyak dunia lebih dari US$ 68 per barrel.
Usulan itu akan dibahas dalam pertemuan OPEC berikutnya pada 31 Januari di Wina, Austria. Iran merupakan negara pengekspor minyak keempat dunia serta menjadi pemasok minyak utama untuk Jepang, Korea Selatan, Perancis, dan Italia.
Di India, kenaikan harga minyak dunia menimbulkan kepanikan akan terjadinya inflasi di negara itu. "Pemerintah dan Bank Sentral akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna mencegah terjadinya inflasi,"kata Menteri Keuangan India Palaniappan Chidambaram.
Jojo Raharjo/Reuters





