BBM Industri Akan Naik

Jum'at, 27 Januari 2006 | 16:26 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Harga bahan bakar untuk industri dipastikan naik akibat harga minyak Internasional yang kembali meningkat menjadi US$ 66 per barel.

Juru Bicara Pertamina, Mochammad Harun mengatakan BBM
untuk Industri naik, tapi belum dihitung besarannya.
"Kenaikannya kecil sebab rupiah juga menguat, paling
sekitar Rp 200 per liter," kata dia, Jumat (27/1).

Besarnya kenaikan, kini masih dihitung Pertamina,
mengacu perkembangan harga minyak rata-rata di
Singapura (Mid Oil Plats Singapore/MOPS).

Sebelumnya, Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Mustiko Saleh, pernah mengatakan setelah Pertamina melepas harga BBM nonsubsidi ke mekanisme pasar, maka harga jual akan mengikuti kecenderungan MOPS.

Dia menyebutkan, harga minyak mentah di pasar
Internasional saat ini terus merangkak naik, menjauhi
kisaran US$ 60 per barel. Di pasar New York Mercantile
Exchange, harga minyak untuk pengiriman Februari,
pekan ini bahkan sudah dipatok di kisaran US$ 66,93
per barel.

Pertamina memberlakukan kenaikan harga BBM sektor
industri mulai Agustus 2005. Namun pada Desember
2005 dan Januari 2006, menurunkan harga BBM
nonsubsidi, seperti pertamax, pertamax plus, solar
pertaminadex, serta semua jenis BBM untuk industri.
Penurunan harga tertinggi mencapai 14 persen.

Harga BBM industri saat ini, untuk premium Rp 4.780 per
liter, minyak tanah Rp 5.320 per liter, solar Rp 4.950 perliter, diesel Rp 4.810 per liter, dan minyak bakar Rp 3.480 per liter. Muhamad Fasabeni






Komentar Anda

Kirim