Harga Minyak Kembali di atas US$ 67

Sabtu, 28 Januari 2006 | 16:58 WIB

TEMPO Interaktif, New Delhi:Harga minyak kembali menyentuh di atas US$ 67 per barel pada penutupan perdagangan kemarin.

Harga minyak mentah ringan untuk kontrak pengiriman Maret naik US$ 1,50 menjadi US$ 67,76 per barel di New York Mercantile Exchange. Sedangkan harga minyak Brent London untuk kontrak pengiriman Maret juga naik US$ 1,32 menjadi US$ 66,24 per barel.

Merangkaknya kembali harga minyak mentah ini masih karena situasi yang memanas antara Iran dengan negara Amerika Serikat, Inggris, Jerman, dan Prancis karena Iran tetap bertahan untuk mengembangkan pusat riset dan persenjataan nuklir. Ancaman kelompok separatis di Negeria, produsen minyak terbesar di Afrika, juga masih membuat pasar khawatir pasokan minyak dunia bakal terancam.

"Suhu geopolitik di Iran dan Nigeria berpontensi mengancam pasokan minyak dunia, karena saat ini pasokan terbatas, sementara permintaan sedang tinggi-tingginya. Kondisi ini membuat harga minyak tinggi," kata Victor Shum, analis energi Purvin & Gertz Singapura di New Delhi.

Shum memprediksi, harga minyak tetap akan tinggi dalam beberapa jangka waktu ke depan, meskipun pasokan dan permintaan sudah seimbang.

Presiden Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), Edmund Daukoru, pada pertemuan World Economic Forum di Davos, Swiss beberapa waktu lalu mengatakan harga minyak dunia bisa mencapai US$ 60 per barel.

Namun, dengan situasi yang berkembang di Iran sekarang, harga minyak ternyata terus merangkak di atas US$ 60 per barel. Bahkan pekan lalu sempat menyentuh di atas US$ 70 per barel pada perdagangan elektronik New York Mercantile Exchange, sebelum bursa komoditas itu dibuka.

Iran, anggota OPEC, merupakan produsen minyak kedua terbesar di dunia setelah Arab Saudi. Iran memproduksi 4,2 juta barel per hari atau melebihi kuota yang diberikan OPEC sebesar 4,11 juta barel per hari. Republik Islam Iran mengekspor 2,7 juta barel per hari tahun lalu ke negara-negara di Asia seperti Cina, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, serta ke Eropa.

Konsumsi dunia tahun lalu mencapai 84 juta barel per hari dan konsumsi domestik di Iran saat ini 1,5 juta barel per hari. Konsumsi minyak di Iran meningkat dengan cepat seiring dengan laju pertumbuhan ekonomi di negeri berpenduduk 70 juta orang itu.

AP/AFP/Grace S Gandhi

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :