Pencairan Subsidi Tunai 2,9 Juta Keluarga Miskin Ditahan
Jum'at, 03 Februari 2006 | 01:47 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Departemen Keuangan belum akan mencairkan dana subsidi langsung tunai (SLT) bagi 2,9 juta rumah tangga miskin tambahan hasil verifikasi Badan Pusat Statistik (BPS). Proses pencairan dana menunggu keputusan Departemen Sosial.
Direktur Jenderal Perbendaharaan Negara, Mulia Nasution, mengatakan berdasarkan prosedur, Depsos mengajukan pencairan dana subsidi tunai terlebih dulu. Ini untuk memastikan bahwa angka hasil verifikasi itu telah disetujui. “Yang 2,9 juta rumah tangga itu kan masih pendataan dari BPS,” ujarnya di Jakarta, kemarin.
Sebelumnya, Kepala BPS Choiril Maksum mengatakan pihaknya telah menyelesaikan 95 persen verifikasi terhadap 11,5 juta rumah tangga yang mendaftar ke posko yang dibuka pemerintah. Sebanyak 6,2 juta telah direkap, dan hasilnya 2,9 juta dinyatakan memenuhi sembilan kriteria kemiskinan. Sisanya, 5,3 juta rumah tangga belum direkap.
Berdasarkan perhitungan proporsional, BPS memperkirakan jumlah rumah tangga miskin tambahan yang akan menerima subsidi bisa membengkak hingga 5 juta. Akibatnya, anggaran pun diperkirakan juga membengkak dari Rp 17 triliun yang disediakan pemerintah saat ini menjadi Rp 19 triliun.
Menurut Mulia, pemerintah akan menunggu sampai ada kejelasan angka yang pasti. Bila memang perlu tambahan dana, lanjutnya, bisa dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2006. “Jadi tunggu saja sampai ada kejelasan. Sekarang masih hitung-hitungan,” kata dia.
retno sulistyowati





