Utang Luar Negeri 2006 Naik

Senin, 06 Februari 2006 | 12:35 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah berencana menaikkan jumlah pinjaman luar negeri dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun ini sebesar US$ 3,55 miliar.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, rencana utang baru itu terdiri dari pinjaman program US$ 1 milair, dan pinjaman proyek US$ 2,55 miliar.

Dia menjelaskan kepada Komisi Keuangan dan Perbankan Dewan Perwakilan Rakyat hari ini bahwa pinjaman program akan diterima dari Bank Pembangunan Asia (ADB) US$ 1 juta, Bank Dunia US$ 400 juta, dan Jepang US$ 100 juta.

Berikutnya, pinjaman proyek akan diberikan Bank Dunia US$ 350 juta, ADB US$ 317,6 juta, Jepang US$ 610,1 juta, pinjaman multirateral US$ 110,0 juta, serta pinjaman bilateral lainnya US$ 193,3 Juta.

Sri Mulyani menyatakan dalam rangka meningkatkan kualitas pinjaman luar negeri, pemerintah konsisten hanya akan meminjam apabila diperlukan, berjangka waktu panjang, berbunga lunak, serta terus menurunkan porsi kredit ekspor.

Hingga akhir tahun lalu, utang luar negeri Indonesia mencapai US$ 61,04 miliar. Rinciannya, 51 persen pinjaman bilateral, 0,3 persen obligasi dan notes, pinjaman komersial 0,1 persen, kredit ekspor 19,4 persen, leasing 0,2 persen, dan pinjaman multilateral 29 persen.

AGUS SUPRIYANTO

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :