close

Spacetoon Akan Diusir Paksa dari Kanal 27

Jum'at, 03 Maret 2006 | 16:24 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah memastikan akan mengusir paksa saluran stasiun televisi Spacetoon dari kanal 27, karena frekuensi tersebut akan digunakan untuk frekuensi transisi sistem penyiaran analog ke digital. Menteri Komunikasi dan Informasi, Sofyan Djalil, mengatakan bahwa pihak Spacetoon sudah tahu sejak awal sebelum mengudara bahwa kanal tersebut akan digunakan sebagai kanal transisi tv digital. “Dari dulu sudah ada pengumuman dari Dirjen Postel, kenapa tetap diduduki?," Sofyan mempertanyakan.

Mengenai ijin penyiaran yang diperoleh dari pemerintah daerah, Sofyan mengatakan bahwa sebelum Spacetoon mengudara, pihak Spacetoon sempat datang berkunjung ke rumahnya untuk meminta ijin menggunakan channel tersebut, namun ditolaknya. Dengan demikian, pihak Spacetoon meminta ijin kepada gubernur. Menurut Sofyan, sebelum mengudara, seharusnya Spacetoon melakukan due diligent terlebih dahulu dan melihat keamanannya dari segi hukum.

Sementara itu, Direktur Utama Spacetoon, Sukoyo, mengatakan saat ini pihak Spacetoon telah mengirimkan surat kepada Dirjen Postel yang ditembuskan kepada Menteri Kominfo bahwa Spacetoon bersedia pindah frekuensi agar tetap dapat mengudara. Selain itu, Spacetoon juga telah mengirim uji kelayakan dan ijin siaran ke KPI (Komisi Penyiaran Indonesia).

Sukoyo membenarkan bahwa sebelum mengudara, pihak Spacetoon menemui Sofyan Djalil, namun itu dalam rangka audiensi untuk mohon doa restu yang juga dilakukan ke beberapa orang, diantaranya Effendi Choirie, Alwi Shihab, dan Aa Gym. Melaui audiensi tersebut, Spacetoon mendapat respon positif bahwa isi siaran yang mengambil segmen anak-anak memang kurang, demikian juga yang disampaikan Sofyan Djalil yang kurang lebih sama. “Jadi waktu itu, kami mohon doa restu bukan minta ijin memakai frekuensi 27," katanya.

Menurut Sukoyo, dalam Keputusan Menteri No.76 (mengenai frekuensi) hanya disebutkan bahwa 2 dari 14 frekuensi yang dialokasikan akan digunakan untuk siaran digital, dan sama sekali tidak disebutkan angka 27 yang akan dipilih. Ijin siaran Spacetoon diperoleh berdasarkan Peraturan Daerah yang mengacu pada Undang-undang Otonomi Daerah. “Angka 27 diberikan oleh Dinas Perhubungan DKI berdasarkan persetujuan prinsip dari gubernur. Jadi, yang diberikan kepada kami angka itu. Kami sama sekali tidak memilih angka itu,” ujarnya.

Nuraini

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda [4] :

  • Gpp

    di cut jg gpp. tp hamtaro, boom and reds,n magic schoolbus

  • Jangan donk

    saya usul, gimana kalau kedua-duanya tetap ada mengudara, khan sayank banget, anak-anak udah pada sesang dengan acaranya.semakin banyak, khan semakin bagus.

  • Walah

    aku wes kadong seneng karo acarane lo kok iso tambah di usir sajane gak usah kan sek akeh saluran seng kosong .lah seng kosong lo sak arat2

  • Boy

    sayang deh

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan