Ketua DPR Tolak Kenaikan Tarif Listrik
Rabu, 15 Maret 2006 | 14:18 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua DPR, Agung Laksono, menyatakan tak setuju tarif dasar listrik dinaikkan untuk menghindari gejolak sosial masyarakat. "Sebaiknya masyarakat tak lagi dibebani, apalagi sektor kecil," katanya seusai mengikuti pidato Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Condoleezza Rice,di Jakarta Convention Center, hari ini.
Menurut Agung, berdasarkan pemeriksaan BPK, devisit biaya pokok penyediaan listrik PLN dari Rp 38,5 triliun menjadi Rp 27,2 triliun. Jadi Pemerintah hanya perlu menambah Rp 10,2 triliun karena Rp 17 triliun sudah disediakan APBN 2006.
Kekurangan Rp 10,2 triliun dapat ditutupi dari piutang instansi-instansi atau pabrik-pabrik besar di Indonesia. Dalam revisi APBN 2006, ada dana yang belum terserap di anggaran 2006. "Saya kira Rp 10 triliun dapat tercover," ujarnya. Agung pun berharap PLN menghemat penggunaan listrik.
Sebelumnya, pemerintah memastikan tak menaikkan tarif apabila DPR setuju menggunakan pos anggaran lain untuk menutupi kekurangan subsidi listrik sebesar Rp 10,2 triliun.
Rudy Prasetyo





