Pasar Modal Alternatif Pembiayaan Proyek Listrik
Senin, 20 Maret 2006 | 20:41 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Instrumen keuangan seperti pasar modal bisa menjadi alternatif pembiayaan proyek infrastruktur seperti pembangkit listrik.
Menurut Ketua Forum Kelistrikan Basri Hasan, tantangan proyek pembangkit listrik di Indonesia adalah pendanaan. Sebab proyek ini bersifat padat modal. Ia mencontohkan pembangkit listrik tenaga panas bumi. Untuk menghasilkan listrik 100 megawatt, dibutuhkan investasi US$ 150 juta (Rp 1,5 triliun).
"Panas bumi menjadi alternatif karena sumber daya air kian sulit dan nuklir harus menunggu 10 tahun karena banyaknya peminat dari negara lain," kata Basri Hasan kepada pers kemarin. Potensi panas bumi di Pulau Jawa mencapai 61 lokasi, dan baru 5 yang menjadi pembangkit listrik.
Ia menjelaskan, PT PLN tidak bisa hanya menunggu investor dalam dan luar negeri. Perseroaan harus secepatnya menggarap potensi panas bumi. Karena itu, pemanfaatan pasar modal sebagai alternatif pembiayaan infrastruktur menjadi opsi menarik. Bahkan diharapkan ini menjadi salah satu pilihan investasi jangka panjang bagi publik. syakur usman





