Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Kalla : Industri Baja Jangan Mengeluh
Kamis, 23 Maret 2006 | 13:49 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta industri baja jangan terus mengeluhkan kesulitan berusaha di Indonesia.

"Industri ini butuh kejelian," katanya saat membuka seminar Peluang dan Tantang Industri Baja di Jakarta, kemarin. "Tak sepatutnya mengeluh dan minta fasilitas."

Kalla tahu industri baja memang sedang terpuruk. Kualitasnya kalah jauh dibanding India dan Cina. Penyebabnya tak lain karena salah urus dan salah tempat. PT Krakatau Steel ada di Cilegon, Banten, padahal batu bara dan bijih besi ada di Sumatera dan Kalimantan.

"Kita ini memang lucu," katanya. Cina mengekspor bajanya ke Indonesia dari bijih besi yang dikirim dari Indonesia. Pabrik baja Cina beroperasi karena pasokan gas alam juga dari Indonesia. Harga baja dari sana jauh lebih murah dari harga dalam negeri. "Stop kelucuan ini," seru Kalla.

Agar pabrik baja efesien, kata Kalla, industrinya harus dekat dengan bahan baku agar tak makan ongkos banyak. PT Krakatau masih memakai bahan bakar minyak dan bijih besi diimpor dari Brazil. "Saya sudah tolak usulan perluasan pabrik di Cilegon," katanya.

Ke depan, kata dia, pabrik baja harus dibuat di Kalimantan dan Sumatera Selatan. Daerah ini selain memiliki bijih besi juga sumber gas dan batu bara yang murah.

Baja makin dibutuhkan oleh Indonesia. Kebutuhan dalam negeri dipasok dari impor sebanyak 400 juta ton setahun. Produksi baja dalam negeri sendiri kian merosot kualitasnya.

Atas permintaan Kalla itu, Menteri Perindustrian Fahmi Idris bakal meneruskannya dengan mengkaji kemungkinan membuat pabrik di Kalimantan dan Sumatera. Bijih besi juga akan dikaji penjualanya ke luar negeri. "Akan bertahap karena kalau sekaligus bisa menggangu perdagangan internasional," katanya.

Jika pabrik sudah siap, pemerintah akan memberlakukan kebijakan atas ekspor bijih besi. Sejauh ini bijih besi diperlakukan mirip batubara yang tak terkena pajak ekspor. Dari Kalimantan saja bijih besi diekspor sebanyak 1 juta ton per tahun.

Menurut Fahmi industri baja dalam negeri akan dimaksimalkan memakai bahan bakunya sendiri. Kebijakan bijih besi akan seperti gas dengan menekan ekspor dan memetakan kebutuhan pabrik di dalam negeri.

Direktur Utama PT Krakatau Daenulhay dalam sambutannya sebelum Kalla meminta pemerintah mengalokasikan gas untuk industri baja. Industri ini butuh 500 ribu mmscf per tahun. Pasokannya kini sudah berkurang separuhnya. "Jika terus begini utilitas sudah turun 53 persen," katanya. l BAGJA HIDAYAT

Dari Arsip Majalah TEMPO
Ramai-ramai Ganti Posisi | 04 April 2005
Kami akan Membela Mereka Habis-Habisan | 21 Pebruari 2005
Ekonomi Setelah 100 Hari | 14 Pebruari 2005
Saya Bukan Pesaing Presiden | 07 Pebruari 2005
Menjinakkan Oposisi | 31 Januari 2005
Sepasang Pengantin, Dua Karakter | 31 Januari 2005
Menabur Damai Setelah Bencana | 31 Januari 2005
Seumur Jagung yang Mencekam | 31 Januari 2005
Surat Tafsir Arahan Wapres | 24 Januari 2005
Surat itu Tanggung Jawab Saya | 24 Januari 2005
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Menteri koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra), M Jusuf Kalla memberi keterangan pers perihal evaluasi pelaksanaan penyaluran dana konpensasi pengurangan subsidi BBM (Bahan Bakar Minyak) 2000 dan 2001 di kantor Menteri Negara Komunikasi dan Informasi, Jakarta, 14/06/02. [TEMPO/ Bagus Indahono; K8A/114/2002; 20020701]. Menteri koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra), M Jusuf Kalla memberi keterangan pers perihal evaluasi pelaksanaan penyaluran dana konpensasi pengurangan subsidi BBM (Bahan Bakar Minyak) 2000 dan 2001 di kantor Menteri Negara Komunikasi dan Informasi, Jakarta, 14/06/02. [TEMPO/ Bagus Indahono; K8A/114/2002; 20020701].
M Jusuf Kalla memberi keterangan pers
M Jusuf Kalla memberi keterangan pers
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Utusan FIFA Piala Dunia Temui Wakil Presiden
Operator Blok Cepu Diputuskan Dua Menteri
Kantor Wakil Presiden Diancam Bom
Jusuf Kalla Nilai Surat Sudi Bersifat Informatif
Kalla: Tenggat Pembahasan RUU Pemerintahan Aceh Bisa Dikompromikan
Kalla: Pemikiran Islam Harus Berkembang
Wakil Presiden: Pelabuhan Bojonegara Tidak Bisa Segera Dibangun
Indonesia Tolak Serangan Militer Terhadap Iran
Wapres Tolak Penerbitan Majalah Playboy
Wakil Presiden Tiba di Jepang
> selengkapnya...

Referensi

Kronologi 100 Hari Pemerintahan Yudhoyono
Akbar Gandeng Wiranto Hadapi Jusuf Kalla
Laporan Penelusuran Penyumbang “Bermasalah ”

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk75437 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Gubernur Tak Percayai Hasil Quick Count
Kasus Alih Kawasan BSD Diselidiki
Dada Janji Bangun Stadion Persib
Pasangan Calon Bupati dari PDI Perjuangan Unggul di Jombang
Gubernur Bolehkan KPU Jatim Bekerja Sampai KPU Baru Dilantik

<< March,2006>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data