Rencana Kenaikan Elpiji Bikin Agen Panik
Selasa, 11 April 2006 | 13:07 WIB
TEMPO Interaktif, Solo: Rencana Pertamina menaikkan harga elpiji mendongkrak permintaan bahan bakar tersebut hingga 40 persen. Menurut Ketua Bidang Elpiji Himpunan Wiraswata Minyak dan Gas Kota Solo, Tien Suprapto, ini berakibat munculnya kepanikan di kalangan masyarakat. "Beberapa agen mengaku tidak punya stok karena tingginya permintaan. Sementara itu, pasokan tersendat," katanya Selasa siang ini.
Meski terjadi peningkatan permintaan, kata Tien, tidak sampai menimbulkan kelangkaan barang. Dia belum melihat kalangan agen elpiji menaikkan harga jualnya. Di sejumlah toko pengecer elpiji, bahan bakar gas ini dijual dengan harga Rp 57-58 ribu per tabung berisi 12 kilogram.
Tien Suprapto mengakui dalam beberapa hari ini pasokan elpiji ke Kota Solo agak tersendat. Selain banyaknya hari libur, Pertamina mengalihkan pasokan dari kilang Cilacap ke kilang Balong, Cirebon. "Sebenarnya masyarakat tidak perlu panik dalam merespon rencana kenaikan harga elpiji
tersebut," kata dia.
Seperti diketahui, Pertamina akan menaikkan harga jual gas dalam tabung menjadi Rp 6.000 per kilogram. Langkah itu sebagai upaya Pertamina mengerem kerugian bila harga menjual gas elpiji Rp 4.250 per kilogram. Pertamina berharap mengantongi keuntungan Rp 200 per tabungnya.
Imron Rosyid




Komentar Anda :