close

Batam dan Bintan Jadi Zona Perdagangan Khusus

Jum'at, 14 April 2006 | 21:39 WIB

TEMPO Interaktif, Batam:Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan, Batam dan Bintan akan dijadikan zona perdagangan bebas khusus. Langkah ini diambil guna mempercepat pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepulauan Riau.

Wakil Presiden menyampaikan tekadnya itu di hadapan ratusan pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri Provinsi Kepulauan Riau dan Asosiasi Pengusaha Indonesia, Jumat siang.

"Nggak perlu memakai free trade zona menyeluruh, pemerintah punya konsep sendiri," kata Jusuf Kalla. Selam ini, katanya, terjadi gonjang ganjing soal apakah Batam akan dijadikan zone perdagangan terbatas atau menyeluruh.

Untuk itu pemerintah menetapkan Batam dan Bintan menjadi zona perdagangan bebas khusus yang akan diatur dalam undang-undang. Yang penting, katanya, zona perdagangan bebas khusus ini minus konsumsi, artinya semua bebas.

Adapun soal perizinan bakal dijadikan satu atap yakni gabungan Otorita Batam, Pemerintah Daerah Kota Batam dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. "Semua itu bermuara ke Gubernur, lalu Gubernur meneruskan ke menteri dilanjutkan ke Presiden. "Ini proyek percontohan di Indonesia," ujarnya.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Provinsi Kepulauan Riau, Rachman Usman, mengaku gembaira mendengar tekad wakil presiden. "Pertumbuhan ekonomi akan menjadi cepat di daerah ini," katanya menjawab Tempo.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Abidin Hasibuan, berujar, "Ini angin segar bagi pengusaha di Batam dan Bintan."

Pemerintah daerah, katanya, harus menghapus peraturan yang menghambat masuknya investasi. Dia mencontohkan pajak-pajak yang tak jelas. "Kami banyak sekali mengeluarkan biaya, sehingga untuk menaikkan upah saja susah," kata Abidin yang juga Presiden Direktur PT Sat Nusa Persada itu.

Rumbadi Dalle

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan