Indonesia Butuh Investasi Rp 90 Miliar

Senin, 17 April 2006 | 18:54 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah memperkirakan dibutuhkan investasi US$ 5-10 juta (Rp 90 miliar) untuk mendorong pertumbuhan investasi di pulau terluar di Indonesia.

Menurut Menteri Keluatan dan Perikanan Freddy Numberi, investasi ini diperlukan untuk membangun sarana dan prasarana di pulau terluar yang dimanfaatkan sebagai daerah wisata di Indonesia. Investasi tersebut bisa didapat dari investor lokal dan asing. “Namun biaya yang diperlukan itu masih garis besar,” kata Freddy kepada pers, Senin (17/4).

Dia menjelaskan, dengan pembangunan sarana dan prasarana tersebut, pemerintah pusat dan daerah yang bersangkutan akan mendapat keuntungan karena pulau-pulau terluar selama ini pengelolaannya tidak terjangkau oleh pusat. Contohnya, ada beberapa pulau yang hilang kepemilikannya, seperti Pulau Sipadan dan Ligitan yang diklaim Malaysia. Ada juga pulau yang hilang secara pengawasan seperti Pulau Bidadari, Flores Barat, Nusa Tenggara Timur, yang dikelola oleh pihak asing. “Sekarang yang sedang dikhawatirkan adalah Pulau di Marore dan Miangas, Sulawesi Utara, karena penduduknya yang hanya 20 ribu orang sekarang pindah ke Filipina.”

Hingga kini Indonesia memiliki pulau terluar sebanyak 17.499 pulau. Dari jumlah itu, hanya 7.349 pulau yang telah memiliki nama yang mana 67 pulau berbatasan langsung dengan negara tetangga. Sebanyak 10.150 pulau belum bernama.

Unutk mendukung investasi itu, lanjut Freddy, pemerintah akan memberikan kompensasi seperti tax holiday (pembebasan pajak) selama 2-3 tahun. Selain itu, kompensasi lainnya, selama proses perizinan, pemerintah daerah tidak diperbolehkan untuk memungut pajak atau retribusi dalam bentuk apa pun. endang purwanti






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: