Sidang Kabinet Membahas Penambahan Utang
Senin, 08 Mei 2006 | 14:43 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah membuka peluang kemungkinan menambah utang baru. Namun, Menko Perekonomian Boediono menegaskan, penambahan utang itu hanya jika memang dibutuhkan.
Topik inilah, menurut dia, yang akan dibahas dalam sidang kabinet siang hari ini di Kantor Kepresidenan, Jakarta.
Budiono menuturkan, pemerintah tidak menutup kemungkinan menambah pinjaman jika memang diperlukan untuk menggairahkan perekonomian. "Bisa saja pinjaman itu untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, atau menciptakan lapangan kerja, dan lainnya,” paparnya.
Walau begitu, kata dia lebih lanjut, pemerintah tetap mengusahakan agar rasio utang terhadap produk domestik bruto terus menurun hingga tersisa di level yang aman. Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah ditetapkan rasio utang tehadap PDB adalah 30 persen.
Berkaitan dengan laju inflasi yang menunjukkan tren menurun, Boediono mengatakan, tidak akan memberikan rekomendasi kepada Bank Indonesia untuk menurunkan suku bunga. Tapi, dia mengakui sudah bertemu dengan BI dan membahas masalah itu.
Hari ini pun, kata dia, sudah ada kesepakatan dengan BI mengenai kemungkinan asumsi makro ekonomi 2007. “Sudah ada kesepakatan,” ujar Boediono.
YUDHA SETIAWAN





