IFC Beri Pinjaman Bank Danamon Rp 1,3 Triliun
Senin, 15 Mei 2006 | 14:28 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:International Finance Corporation (IFC), perusahaan keuangan anak grup Bank Dunia, memberi pinjaman Rp 1,3 triliun kepada PT Bank Danamon Tbk. Jumlah ini merupakan pinjaman terbesar yang pernah diberikan IFC kepada satu klien secara global.
Pinjaman dari IFC ini, menurut Presiden Direktur Bank Danamon Sebastian Paredes, akan digunakan untuk membiayai sektor usaha kecil menengah, dan pasar retail. Dua segmen ini mengalami pertumbuhan besar dalam beberapa tahun terakhir. “Tiga puluh persen dari total kredit bank disalurkan ke dua sektor tersebut,” papar Paredes seusai menandatangani kerja sama pinjaman itu di Jakarta, Senin (15/5).
Paredes mengatakan, opsi pendanaan pihak ketiga ini dipilih karena tingkat suku bunga menurun dan ada kestabilan nilai tukar. Selain itu, ada imbal hasil (yield) yang tinggi dengan jangka waktu yang cukup panjang.
Di samping pinjaman dari IFC ini, menurut Paredes, Bank Danamon juga telah melakukan penjualan surat berharga (bond) untuk mencukupi kebutuhan dana kredit mereka.
Kepala Perwakilan IFC untuk Indonesia, German Vegara menuturkan, pinjaman ini bertempo jangka panjang, yakni tujuh tahun. “Bisa dipercepat, 4,5-5 tahun,” katanya.
Dia menolak menyebutkan berapa tingkat bunga yang dikenakan. “Yang jelas cukup kompetitif," ucapnya.
Vegara menambahkan bahwa terdapat lindung nilai (hedging) terhadap fluktuasi nilai tukar mata uang asing. Dengan ini, Bank Danamon dapat menentukan perkiraan jumlah rupiah yang diperlukan untuk pembayaran. "Sehingga nilai pinjaman ini setara dengan pinjaman dalam rupiah," kata Vegara.
IFC akan terus mengembangkan investasi mereka di perbankan Indonesia. "Enam bulan ke depan akan ada pendanaan kami di bank lain," ungkap Vegara.
Sejak berdiri tahun 1956, IFC telah memberikan pinjaman sebesar US$ 49 miliar dari dana sendiri. IFC juga mengelola US$ 24 dalam bentuk sindikasi untuk 3.319 perusahaan di 140 negara berkembang.
REZA MAULANA





