Ketua Kadin: Pemerintah Abaikan Sektor Riil
Minggu, 21 Mei 2006 | 04:04 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah dinilai telah mengabaikan sektor riil, dan hanya mengutamakan perkembangan di sektor makro ekonomi. Akibatnya, sektor riil akan makin terpuruk. “Pertumbuhan ekonomi saat ini pertumbuhan artifisial, bukan karena kekuatan fundamental ekonomi," Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia, M.S. Hidayat, akhir pekan lalu, di Jakarta.
Menurut dia, karena tak ada investasi asing masuk, kapasitas produksi tak maksimum. Ditambah dampak kenaikan harga bahan bakar minyak tahun lalu belum sepenuhnya hilang, membuat sebagian industri harus memberhentikan sebagian karyawannya. Ia menjelaskan, saat ini indikator makro ekonomi memang menguat signifikan. Misalnya, ekonomi tumbuh pada kuartal I 2006 sebesar 4,59 persen. Angka itu lebih rendah dibandingkan triwulan I 2005 yakni 6,25 persen.
Laju inflasi pada Mei 2006 year on year turun menjadi 15,4 persen, dibanding inflasi year on year pada Maret sebesar 15,74 persen. Dan nilai tukar rupiah sempat menguat hingga Rp 8.000-an per dolar AS. Hidayat berpendapat, kekuatan makro ekonomi itu tak berdampak positif langsung ke sektor riil dan dunia usaha. Alasannya, masih dibarengi oleh kebijakan uang ketat, yang ditandai oleh masih tingginya suku bunga.
RR Ariyani




Komentar Anda :