10 Pabrik Sepatu Cina Relokasi ke Indonesia

Rabu, 24 Mei 2006 | 21:29 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sebanyak 10 produsen sepatu asal Cina akan merelokasi industri mereka ke Indonesia. Tindakan ini terkait hambatan ekspor produk mereka ke pasar Eropa pasca pengenaan bea masuk antidumping 25 persen yang efektif berlaku bulan ini.

Menurut Direktur Industri Aneka Departemen Perindustrian Nugraha Sukmajaya, bulan depan mereka mulai melakukan penjajakan di Indonesia. Selain pengusaha Cina sendiri, sebagian merupakan investor asal Taiwan, Korea Selatan, dan Hong Kong. Mereka memproduksi sepatu jenis sepatu olahraga, kasual, dan kulit dengan perkiraan nilai investasi Rp 800 miliar. Sebelumnya, 8 perusahaan juga dari Cina mendirikan pabrik sepatu di Jawa Timur.

“Selain menghindari bea masuk antidumping, Mereka memindahkan produksi ke Indonesia karena Eropa memberi keringanan bea masuk bagi produk Indonesia dari 17 persen menjadi 14 persen,” kata Nugraha Sukmajaya kepada pers, Rabu (24/5).

Nugraha menjelaskan, faktor lain yang membuat mereka tertarik adalah tingginya ketersediaan tenaga kerja di sini. Sebab di Cina, ketersediaan tenaga kerja berpendidikan rendah terbatas seiring peningkatan taraf pendidikannya. “Mereka lebih tertarik bekerja di sektor lain, terutama teknologi informasi.”

Departemen Perindustrian memperkirakan rencana relokasi ini menyerap tenaga kerja lokal 20.000 orang. Fery Firmansyah

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :