22 Provinsi Defisit Beras
Sabtu, 03 Juni 2006 | 03:30 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sebanyak 22 provinsi di Indonesia defisit beras. Dalam setahun, dari 33 provinsi yang ada, hanya 11 provinsi yang surplus beras. Sehingga, 11 daerah itu harus mendistribusikan beras ke 22 daerah defisit beras. Padahal distribusi dari wilayah surplus ke wilayah defisit beras itu juga bermasalah.
Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Departemen Perdagangan, Ardiansyah S Parman, mengatakan masalah distribusi besar itu terjadi karena sampai saat ini hanya ada tiga titik distribusi beras, yakni melalui Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya, Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta, dan Bandara Soekarno Hatta di Makassar.
Selain itu, kata Ardiansyah, dari 11 provinsi yang surplus beras, hanya tujuh provinsi diantaranya yang besar surplusnya di atas 100 ribu ton. Padahal, tingkat konsumsi beras nasional rata-rata 2,5 juta ton per bulan. “Jadi produksi beras harus megcukupi kebutuhan itu," kata dia, kemarin.
Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Widjanarko Puspoyo mengusulkan pemerintah untuk impor beras. Pasalnya stok beras Bulog hingga akhir tahun diperkirakan 500 ribu ton atau di bawah minimum stock requirement sebesar 1 juta ton .
RR ARIYANI





