Ribut Impor Beras karena Beda Statistik

Senin, 05 Juni 2006 | 01:44 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Akhir-akhir ini wacana pembukaan keran impor beras mulai terdengar. Perusahaan Umum Bulog meminta kepada pemerintah untuk segera mengimpor beras karena persediaan beras Bulog hingga akhir tahun diperkirakan hanya 500 ribu ton atau di bawah stok minimal 1 juta ton. Namun, Departemen Pertanian menilai impor itu tidak perlu dilakukan karena produksi padi nasional aman.

Menangapi hal tersebut anggota Komisi Pertanian dan Pangan DPR-RI dari Fraksi Partai Golkar (F-PG) Azwar Chesputra mengatakan hal tersebut terjadi karena statistik yang tidak sinkron. "Di satu sisi harga beras terus naik, di sisi lain bencana terjadi sehingga menurunkan stok beras," ujarnya ketika dihubungi Tempo di Pekanbaru.

Ia menggungkapkan untuk mengatasi hal tersebut komisinya pada pekan depan akan mengagendakan rapat kerja dengan Departemen Pertanian dan Bulog secara terpisah.

Andri Setyawan

TOPIK






Komentar Anda

Kirim