Biaya Produksi Kontraktor Migas Membengkak

Selasa, 13 Juni 2006 | 11:41 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Pengembalian biaya eksplorasi atau cost recovery perusahaan minyak dan gas pada 2005 naik hingga US$ 7,5 miliar. Karena itu, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dinilai perlu melakukan audit khusus. Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas (BP Migas) juga perlu melakukan pengawasan lebih ketat.

Anggota Komisi Energi DPR, Tjatur Sapto Edy, mengatakan cost recovery naik lebih dari Rp 70 triliun per tahun. “Perlu audit BPK, sebab kenaikan biaya ini tak sebanding dengan produksinya yang terus menurun,” kata dia, kemarin. Seharusnya, peningkatan biaya ini hanya terjadi di awal eksplorasi. Sebab harga barang tidak bergerak mengalami penyusutan.

“Saya khawatirkan ini bisa jadi ladang korupsi meskipun ada audit reguler BPK,” ujar Tjatur. Bila perlu DPR akan membentuk panitia kerja untuk mengetahui lebih jauh soal biaya ini. Anggota Komisi Energi DPR, Alvin Lee, juga mengatakan perlunya pengawasan BP Migas. Seperti pemakaian tenaga asing. "Kalau bisa tenaga lokal saja," katanya.

Produksi minyak 2002 terus menurun dibandingkan 2003. Dari 1,252 juta barel per hari menjadi 1,146 juta barel per hari pada 2003. Sedangkan produksi 2004 sekitar 1,096 juta barel per hari dan 2005 menjadi 1,06 juta barel per hari.

muhamad fasabeni






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: