Defisit APBN 1,5 Persen

Rabu, 14 Juni 2006 | 17:35 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Pemerintah menetapkan defisit anggaran APBN 2006 sebesar 1,5 persen. Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengatakan tingginya difisit itu disebabkan banyak faktor. "Meningkatnya budget anggaran, subsidi PLN, dan rekonstruksi Yogyakarta dan Jawa Tengah merupakan faktor penyebab tingginya defisit anggaran itu," kata Sri Mulyani.

Sri Mulyani juga mengatakan, pertumbuhan ekonomi 2006 diperkirakan berkisar antara 5,7-5,9 persen. Sedangkan pada 2007 akan mencapai 6-6,5 persen. Untuk target defisit APBN pada 2007, pemerintah menetapkan 0,7-0,9 persen dari gross domestic product (GDP).

Namun, kata dia, akibat pertumbuhan ekonomi saat ini tidak begitu signifikan menyebabkan rendahnya penyerapan tenaga kerja. "Pertumbuhan ekonomi saat ini hanya dapat memberikan lapangan pekerjaan yang sempit dan pengentasan kemiskinan yang kurang maksimal," kata Sri Mulyani pada pertemuan Consultative Group On Indonesia (CGI), di Jakarta hari ini.

Yudha Setiawan

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: