Presiden Minta ISEI Berikan Rekomendasi Ekonomi
Minggu, 18 Juni 2006 | 22:35 WIB
TEMPO Interaktif, Manado:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta, Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) memberikan rekomendasi arahan dan saran kebijakan untuk menjawab persoalan-persoalan ekonomi.
Presiden juga meminta ISEI menyatukan pemikiran dari berbagai latar belakang anggota, baik ahli filsafat ekonomi, pebisnis, pembuat kebijakan pemerintah, dan lainnya. "Kalau disatukan pemikirannya, akan menjadi suatu mozaik yang bagus untuk mencapai sebuah kesepakatan konstruksi ekonomi ke depan," kata Yudhoyono dalam sambutan pembukaan kongres ISEI ke-16 di Manado, Minggu malam (18/6).
Yudhoyono berharap, dalam waktu dekat, ISEI bisa melahirkan pemikiran cerdas yang bisa diadopsi sebagai kebijakan pemerintah yang terkait pembangunan ekonomi. ISEI, menurut dia, telah banyak berperan memberi masukan kebijakan strategis. "Pada masa krisis misalnya, telah banyak opsi dan solusi yang ditawarkan ISEI," ujar Yudhoyono.
Jangka pendek, Presiden meminta ISEI merumuskan dan menetapkan kebijakan untuk rekonstruksi ekonomi pascakrisis. Jangka panjangnya, kata Yudhoyono, untuk mewujudkan ekonomi Indonesia yang kokoh dan berkelanjutan. "Ukurannya, menurut banyak orang, keberhasilan reformasi ekonomi adalah bila suatu saat ada external shock yang begitu kuat mengguncang sendi-sendi ekonomi, kita tahan dan kita tidak goyah," ujarnya.
Ketua ISEI Burhanuddin Abdullah, dalam sambutan yang dia sampaikan sebelum sambutan presiden, mengatakan, pilar-pilar ekonomi Indonesia ditentukan tiga hal yaitu globalisasi, desentralisasi dan demokratisasi. "Pilihan yang tepat akan membuat ketiga tuntutan tersebut menjadi penopang pilar ekonomi Indonesia. Pilihan setengah hati hanya akan membuat kita terseret dalam arus globalisasi," kata Gubernur Bank Indonesia itu.
Burhanuddin juga menyampaikan saran agar Indonesia memfokuskan diri pada sektor dan cabang produksi yang unggul. Mengutip peringkat produk unggulan dunia versi The Economist, kata Burhanuddin, Indonesia mendapat peringkat baik dari sisi daya saing produk pertanian. Dari 11 komoditas pertanian, dia mengungkapkan, Indonesia berada pada peringkat 10 besar dunia. Angkatan kerja pun, 49 persen berada di sektor pertanian.
Burhanuddin yakin, pertanian akan menjadi dasar kebangkitan ekonomi Indonesia. "Sektor pertanian merupakan sektor unggulan. Biarkan negara lain menjadi penghasil pesawat terbang dan mobil, karena mereka memang unggul di sana," kata dia.
AGUS SUPRIYANTO





