Industri Elektronik Butuh Investasi US$ 2,5 Miliar
Selasa, 20 Juni 2006 | 00:51 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Industri elektronika nasional membutuhkan investasi baru senilai US$ 2,5 miliar atau sekitar Rp 22,5 triliun untuk mencapai target ekspor senilai US$ 9,5 miliar pada 2009. Saat ini, industri elektronika tidak tumbuh siginifikan karena masih didominasi oleh pemain lama dan rendahnya investasi.
Direktur Industri Elektronika Departemen Perindustrian, Abdul Wahab, mengatakan, saat ini industri elektronika hanya tumbuh 12-13 persen per tahun. Terhambatnya pertumbuhan industri ini juga disebabkan maraknya demonsrasi. Keadaan ini menyebabkan iklim investasi tidak kondusif.
Abdul juga mengatakan, saat ini nilai produksi elektronik nasional mencapai Rp 91,2 triliun. Angka ini turun bila dibandingkan dengan nilai produksi 2004 yang mencapai Rp 94,1 triliun. “Padahal utilisasi produksi nasional 68,3 persen,” kata Abdul, kemarin.
Menurut Wahab, beberapa pemain lama yang mendominasi industri elektronik antara lain Jepang dan Korea Selatan. Jumlahnya tidak lebih dari delapan perusahaan. Namun kemudian, Cina belakangan masuk. “Tapi investasinya tidak besar,” ujarnya.
FERY FIRMANSYAH





