close

Data Konsumsi Beras Perlu Diperbaiki

Rabu, 21 Juni 2006 | 16:29 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Sejumlah kalangan pertanian mempertanyakan data konsumsi beras nasional per tahun. Mereka mendesak Badan Pusat Statistik meneliti ulang data itu. Menurut Ketua Dewan Pertimbangan Organisasi Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Siswono Yudo Husodo, data konsumsi beras sebesar 139 kilogram per kapita per tahun terlalu besar.

Berdasakan penelitiannya konsumsi beras rata-rata hanya 125-130 kilogram per kapita per tahun. “Saya hitung betul dari daerah ke daerah, “ kata Siswono dalam debat publik ketahanan pangan nasional di Jakarta, hari ini. Akibat konsumsi per kapita yang terlalu besar, jumlah konsumsi beras nasional membengkak menjadi 30,6 juta ton.

Sehingga, kata Sisiwono, produksi beras tak mampu menutup kekurangan itu. Padahal dengan konsumsi beras per orang 125-130 kilogram per tahun, konsumsi beras nasional hanya 27,5-28,6 juta ton per tahun. “Jadi tidak perlu ada impor beras, “ kata Siswono.

Menurut Ketua Umum Kontak Tani dan Nelayan Andalan, Winarno Tohir, perhitungan ulang itu harus dilakukan antara BPS, Departemen Pertanian, dan praktisi pertanian.


Direktur Jenderal Tanaman Pangan Departemen Pertanian, Sutarto Alimoeso mengaku rutin memberikan masukan kepada BPS soal revisi data konsumsi ini. “BPS terus melakukan evaluasi, “ kata Sutarto. BPS sejatinya punya metode yang valid dalam perhitungan konsumsi beras. Namun metode itu perlu diperbaiki sesuai kondisi yang ada.

ewo raswa

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan