Pemerintah Akan Impor Elpiji
Selasa, 27 Juni 2006 | 03:54 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Purnomo Yusgiantoro, mengatakan pemerintah akan mengimpor elpiji untuk memenuhi sebagian kebutuhan program pengalihan minyak tanah ke elpiji. Bila program ini berhasil, pemerintah akan menghemat sekitar Rp 21 triliun per tahun.
Program yang akan dimulai pada 2007 ini, kata Purnomo, akan dilaksanakan secara bertahap. “Pemerintah mengharapkan program ini akan selesai pada,” kata dia, Senin (26/6).
Menurut Direktur Utama PT Pertamina, Ari Sumarno, kebutuhan tambahan elpiji hingga 2009 sebagian besar akan dipenuhi dari kilang gas dalam negeri. Sedangkan kekurangannya akan diimpor.
“Impor elpiji mulai tahun 2009,” kata Ari. Sebab, kilang di dalam negeri hanya bisa memenuhi 50 persen dari kebutuhan itu. “Sekitar 3-3,4 juta ton elpiji harus impor,” ujarnya.
Ari menjelaskan, kebutuhan elpiji pada 2009 mencapai 6,8 juta ton per tahun. Besarnya angka itu, untuk mengalihkan konsumsi minyak tanah yang mencapai 10 juta kilo liter per tahun.
Nieke




Komentar Anda :