Tingkat Keamanan Ekologi Kalimantan Sangat Minim

Selasa, 04 Juli 2006 | 22:23 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Lembaga swadaya masyarakat Greenomics menyatakan tingkat keamanan ekologi Pulau Kalimantan di bawah angka minimum 30 persen.

Direktur Greenomics Indonesia Elfian Effendi mengatakan berdasarkan hasil studi lembaganya, daya tutupan lahan hutan alam primer terhadap Daerah Aliran Sungai (DAS) di bawah angka minimum 30 persen. Dengan tutupan di bawah itu, tidak mengherankan jika wilayah Kalimantan sering mengalami banjir dan tanah longsor setiap tahun.

Ia menyebutkan pada 2004, jika dibuat rata-rata presentase tutupan hutan alam primer terhadap DAS hanya berkisar 20 persen. "Pada tahun 2006, diperkirakan akan terus menurun sampai angka 15 persen," kata Elfian kepada pers kemarin.

Berdasarkan data Departemen Kehutanan 2004, kawasan hutan lindung gundul di Kalimantan mencapai 1,8 juta hektare. Jika hal tersebut digabungkan dengan hutan produksi yang gundul, maka kawasan hutan gundul di Kalimantan mencapai 10 juta hektare. "Kondisi ini sangat memprihatinkan. Masyarakat Kalimantan hanya menikmati panen banjir dan tanah longsor setiap tahun," ujar Elfian.

Dengan hilangnya hutan primer itu, lanjut dia, akan menyulitkan ekosistem hutan untuk melakukan pengendalian terhadap tanah longsor dan gangguan ekosistem lainnya. Diperkirakan nilai divestasi modal ekologis hutan Kalimantan mencapai Rp 36,27 triliun per tahun.

Untuk mengatasi hal tersebut, Elfian meminta kepada pemerintah untuk mengevaluasi sistem pemanfaatan hutan. Langkah tersebut dapat dilakukan dengan mengevaluasi pengusaha HPH. "Bagi yang kinerjanya buruk harus diberi tindakan peringatan."

Berdasarkan data Greenomics per 2004, hanya 11,4 persen pengusaha HPH kinerjanya baik, 35,6 persen kinerjanya sedang, dan sekitar 53 persen kinerjanya buruk.

Andri Setyawan






Komentar Anda

Kirim