BI Rate Turun Menjadi 12,50 Persen

Kamis, 06 Juli 2006 | 16:08 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Suku bunga Bank Indonesia (BI rate) turun 25 basis poin atayu turun dari 12,50 persen menjadi 12,25 persen. Keputusan yang diambil dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia hari ini dipicu oleh membaiknya stabilitas makro ekonomi hingga Juni 2006 yang ditunjukan dengan menurunnya laju inflasi dan tekanan eksternal.

Guberbur Bank Indonesia, Burhanuddin Abdullah, mengatakan tren menurunnya tekanan inflasi disebabkan oleh stabilitas dan menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat. "Sumber utama tekanan inflasi pada triwulan dua 2006 berasal dari kenaikan harga emas, harga jual rokok, dan tarif air minum," kata Burhanuddin, hari ini.

Kedepan, kata dia, masih terdapat sejumlah faktor resiko baik eksternal maupun internal yang berpotensi meningkatkan tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan inflasi. Dari sisi eksternal yakni terkait dengan tingginya harga minyak dunia dan suku bunga global yang masih berpotensi meningkat. Hal ini juga terkait dengan adanya struktur valuta asing yang masih didominasi oleh aliran modal jangka pendek.

Sementara dari sisi internal, resiko berasal dari potensi tekanan inflasi yang bersumber dari administered prices terkait dengan rencana pemerintah menaikan HPP gabah dan tarif angkutan kereta api kelas ekonomi. "Namun kami memperkirakan inflasi IHK 2006 dan 2007 masih berada pada kisaran sasarannya yakni 8+- satu persen dan 6 +- satu persen year on year," kata Burhanuddin.

Burhanuddin menambahkan, jika inflasi 2006 bisa dibawah target, maka tidak tertutup kemungkinan BI rate pada akhir tahun sebesar 10-11 persen. "Penurunan BI rate bukan hanya dimungkinkan, tapi bisa lebih agresif," ujarnya .

Suryani Ika Sari






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: