Rp 400 Miliar untuk Pendeteksi Tsunami

Rabu, 19 Juli 2006 | 17:02 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah menganggarkan sedikitnya Rp 400 miliar untuk pengadaan Tsunami Early Warning System (TEWS) dari APBN hingga akhir 2008 atau awal 2009.

"Kami akan coba realisasikan ini secara bertahap. Paling tidak BMG (Badan Meteorologi dan Geofisika) akan memiliki visi bahwa setiap gempa berkekuatan 6,3 skala Richter di laut berpotensi tsunami," kata Menteri Perhubungan Hatta Rajasa usai bertemu jajaran BMG di Jakarta, hari ini.

Menurut Hatta, peralatan deteksi itu akan ditunjang oleh seismograf di seluruh Indonesia sebanyak 160 unit dan 500 accelerograf (alat pengukur kecepatan rambat gelombang tsunami). "Kini total seismograf yang dimiliki BMG baru terpasang di 36 titik dan 24 tempat saja yang on line. Artinya, baru ada 20 persen dari yang diperlukan," katanya.

Ia juga menegaskan, pola kerja BMG harus diubah, yakni gempa itu di Indonesia bisa datang setiap saat. "Gempa di Indonesia ke depan (yang kadang diikuti tsunami) pasti terjadi dan akan selalu terjadi, tinggal kapan dan seperti apa besarnya, itu yang belum diketahui," katanya.

Hatta menambahkan, Indonesia dikenal sebagai tempat bertemunya lempeng Indo-Australia dan Eurasia sehingga dipastikan akan selalu dibawah ancaman gempa dan tsunami.

Anton Aprianto






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: