PLN Rugi Rp 2,5 Miliar

Kamis, 20 Juli 2006 | 03:26 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Juru Bicara PT PLN, Muljo Adji, mengatakan PLN rugi Rp 2,5 miliar akibat gempa disertai tsunami Senin lalu yang merusak jaringan listrik di Pangandaran. Sebelumnya, kerugian PLN diperkirakan sekitar Rp 500 juta.

“Sore ini (19/7) telah diperbaiki sebagian besar jaringan dan trafo yang rusak, sehingga tinggal 22 gardu distribusi yang masih padam. Target selanjutnya besok siang gardu yang masih padam harus nyala semua,” tutur Muljo melalui pesan pendeknya, kemarin.

Hasil pemeriksaan PLN mencatat gardu distribusi yang padam 78 buah, meliputi 35 ribu pelanggan. Selain itu, kerusakan juga menimpa 23 trafo, jaring 20 kV sepanjang 10 kilometer, feeder (penyulang) tegangan menengah dan dua trafo distribusi, jaringan tegangan rendah 220 volt yang menghubungkan ke rumah-rumah pelanggan.

Muljo menegaskan secara keseluruhan sistem kelistrikan Jawa-Bali masih aman karena Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cilacap sebesar 300 megawatt telah beroperasi kembali.

“PLTU Cilacap telah diperiksa setelah terkena gelombang pasang yang hampir mencapai instalasi pembangkit, tapi pagi ini sudah beroperasi kembali,” ujarnya.

Sebelumnya, pembangkit listrik tersebut sempat tidak beroperasi akibat gempa. Saat itu pembebanan PLTA Cilacap diturunkan dan dipertahankan di posisi 100 megawatt dari kapasitas 300 megawatt.

Nieke/Muhamad Fasabeni

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :