Pertumbuhan Ekonomi 2006 Bakal Tak Capai Target

Jum'at, 21 Juli 2006 | 17:05 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pertumbuhan ekonomi tahun ini diprekirakan sulit mencapai target 5,9 persen. Meski sektor keuangan saat ini membaik, tapi sektor riil pada paruh pertama tahun ini masih mengalami kelesuan. Pertumbuhan ekonomi tahun ini diprediksi hanya mencapai sekitar 5,3 persen.

Ekonom Universitas Indonesia, Chatib Basri, mengatakan nilai tukar rupiah relatif stabil di kisaran Rp 9200-9300 per dolar AS. “Ini konsekuensi BI yang berhasil menstabilkan rupiah, tapi keadaan ini dibayar dengan penurunan produksi di sektor riil,” ungkapnya, hari ini.

Walaupun rupiah sempat melemah, kata Chatib, namun ini merupakan fenomena mata uang regional yang umumnya melemah terhadap dolar AS. “Kinerja rupiah paling baik dibandingkan mata uang regional lain di Thailand, Singapura, maupun Filipina”, kata dia.

Saat ini, sektor riil mulai pulih. Indikasinya permintaan semen meningkat. Pertumbuhan sektor otomotif juga membaik. Permintaan otomotif yang sebelumnya minus 50 persen pada Mei, kini mulai turun menjadi minus 46 persen.

Untuk mendorong pertumbuhan sektor riil, pemerintah perlu memberikan insentif pajak bagi pelaku usaha. Apalagi saat ini banyak proyek pemerintah tidak bisa jalan karena tidak banyak pejabat yang bersedia menjadi pimpinan proyek akibat takut dituduh korupsi.

Sofian

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :