Jatah Tebangan Kayu Naik Untuk Penuhi Target Ekspor Rp 74 Triliun

Sabtu, 22 Juli 2006 | 06:17 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Departemen Kehutanan mentargetkan nilai ekspor industri kehutanan tahun depan mencapai US$ 8 miliar atau Rp 74 triliun. Tahun ini nilai ekspor industri kehutanan US$ 7,7 miliar.

Direktur Jenderal Bina Produksi Kehutanan Departemen Kehutanan Hadi Susanto Pasaribu mengatakan, target ini akan dipenuhi dengan menaikkan jatah produksi tebangan kayu di hutan alam 1 juta meter kubik menjadi 9,1 juta meter kubik.

Kenaikan jatah tebangan ini untuk menjawab keluhan industri kehutanan soal kesulitan bahan baku. "Kami akan lihat apakah benar perusahaan itu tidak beroperasi karena kekurangan bahan baku, " kata Hadi, Jum'at (27/7).

Menurut dia, kenaikan jatah ini hanya efektif mendongkrak devisa negara, jika industri mampu memperbarui mesin-mesinnya yang sudah tua sehingga proses pengolahan kayu menjadi lebih efisien.

Hadi menjamin kenaikan jatah tebangan ini tidak akan menambah kerusakan hutan yang sudah mencapai 59,2 juta hektare. Alasannya, kenaikan ini sudah memperhitungkan potensi tegakan dalam kawasan hutan yang sah. Saat ini potensi tegakan kayu atau pohon baru di hutan alam 10-12 juta meter kubik.

ewo raswa

Topik :

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :