IMF Menilai Kebijakan Bunga BI Positif

Senin, 24 Juli 2006 | 18:31 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Dana Moneter Internasional (IMF) menilai keputusan Bank Indonesia tidak menurunkan suku bunga (BI Rate) terlalu cepat sudah tepat. Sebab penurunan bunga yang terlalu cepat dikhawatirkan akan memicu inflasi.

"Ada risiko jika suku bunga naik atau turun drastis," ujar Kepala Perwakilan IMF untuk Indonesia Stephen Schwartz di Jakarta, hari ini. Terlebih, penurunan suku bunga oleh Bank Indonesia tidak serta merta diikuti penurunan suku bunga perbankan.

Lembaga keuangan, kata Schwartz, menilai daya beli masyarakat masih lemah. Hal itu terbukti dari tetap tingginya risiko kredit dan meningkatnya kartu kredit yang seret tagih. "Sehingga, bank pun tetap memasang bunga pinjaman yang tinggi," ujarnya.

Dengan kondisi seperti itu, kata dia, penurunan suku bunga oleh Bank Indonesia tak akan langsung menggerakkan industri otomotif di tanah air. Sebab, 70 persen hingga 80 persen pembeli otomotif bergantung pada fasilitas kredit perbankan.

RR ARIYANI






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: