Indonesia Terancam Kekurangan Pilot
Rabu, 26 Juli 2006 | 21:31 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Maskapai niaga berjadwal domestik terancam krisis pilot akibat praktek pembajakan pilot. Presiden Federasi Pilot Indonesia, Manotar Napitupulu, mengatakan tahun ini saja 400 dari 3500 pilot terlibat dalam praktek pembajakan.
Begitu juga dengan pilot Indonesia yang beralih ke maskapai asing saat ini sudah mencapai ratusan orang. "Kalau terus dibiarkan begini, maka dalam lima tahun ke depan Indonesia akan krisis pilot," kata Manotar di Jakarta, hari ini.
Besarnya gaji pilot di Indonesia, kata Manotar, jauh dari negara Bangladesh yang tergolong Miskin. Gaji pilot di sana bisa mencapai US$ 4500 sebulan. Sedangkan di Indonesia hanya setengah dari jumlah tersebut. Padahal, jam kerja pilot Indonesia lebih lama dari pilot Bangladesh.
Untuk menghindari krisis pilot, kata Manotar, pemerintah perlu membuat standar kompetensi bagi maskapai dalam merekrut pilot. Di sisi lain, maskapai nasional juga diharapkan memberikan gaji yang layak buat pilot agar pilot-pilot nasional tidak pindah ke maskapai asing.
Menurut Direktur Sertifikasi Kelaikan Udara Departemen Perhubungan, Cristian Bisara, pemeritah sudah menetapkan standar kompetensi pilot. Pemerintah juga sudah memperketat aturan tentang perizinan maskapai dalam hal pengadaan pilot. "Sedangkan soal gaji kembali ke maskapai masing-masing," kata dia.
Anton Aprianto





