Pemerintah Dorong Televisi Swasta Merger
Kamis, 27 Juli 2006 | 05:11 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Pemerintah mendorong stasiun televisi swasta melakukan penggabungan usaha atau merger agar industri televisi nasional menjadi sehat. Langkah itu, kata Menteri Komunikasi dan Informatika Sofyan Djalil, penting dilakukan mengingat saat ini jumlah stasiun televisi swasta terlalu banyak.
Saat ini jumlah stasiun televisi swasta nasional mencapai sepuluh, atau tertinggi kedua, setelah Sri Lanka, yang memiliki 24 stasiun televisi.
Dampaknya, dari segi bisnis sebagian besar perusahaan televisi swasta nasional masih merugi.
"Karena itu, kami akan membuat kebijakan yang mendorong terjadinya merger," kata Sofyan di Jakarta kemarin. Karena itu, jika stasiun televisi nasional dapat melakukan konsolidasi dengan melakukan merger, potensi bisnisnya akan semakin menguntungkan.
Di samping itu, televisi lokal bisa mendapatkan alokasi kanal frekuensi yang memadai. "Pada akhirnya keinginan pemerintah mewujudkan pertumbuhan televisi yang sehat melalui pembagian frekuensi yang adil dapat terwujud," ujarnya.
EKO NOPIANSYAH




Komentar Anda :