Pasar Properti Masih Akan Lesu

Kamis, 27 Juli 2006 | 19:06 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sektor properti masih akan lesu hingga akhir 2006. Sebab imbal hasil atau return dari sektor properti di Indonesia tidak lebih menarik dari dibandingkan yang ditawarkan negara lain. Kondisi ini menyebabkan minimnya investasi asing langsung.

Direktur Procon Indah, Handa Sulaiman, mengatakan imbal hasil dari sektor properti Indonesia hanya sekitar 8 persen. Sedangkan negara lain seperti India dan Filipina mampu menawarkan jauh lebih tinggi sebesar 12 persen dan 9 persen.

"Padahal bicara investasi, return harus menarik," ujarnya di Jakarta, hari ini. Di Indonesia, dengan suku bunga patokan (BI Rate) 12,5 persen ditambah perbankan yang tidak efisien, berdampak suku bunga kredit yang diberikan pada investor juga tinggi.

"Keadaan ini semakin menyebabkan sektor properti menjadi tidak menarik," kata Handa. Sektor properti yang tumbuh lebih baik adalah sektor retail dibandingkan sektor perkantoran, apartemen, dan hotel. "Selain sektor retail, tidak ada yang menarik bagi investor," tuturnya.

RR ARIYANI

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: