Dirut Jamsostek Akan Lakukan Somasi
Senin, 31 Juli 2006 | 07:29 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Umum PT Jamsostek, Iwan Pontjowinoto, menyatakan akan mensomasi pejabat internal Jamsostek yang mencemarkan nama baiknya dan melakukan penyebaran kabar bohong sehingga menyudutkannya di sejumlah media massa.
“Yang diberitakan itu banyak kabar bohongnya. Kalau tidak minta maaf, saya terpaksa somasi. Habis bagaimana, sudah jelek nama baik saya di koran-koran di mana-mana,” kata Iwan di Jakarta kemarin.
Langkah itu, kata Iwan, telah dikonsultasikannya dengan Meneg BUMN. “Beliau bilang, ya sudah kirim saja somasi.” Hal ini, kata Iwan, terkait dengan usahanya untuk menyelesaikan masalah yang melingkupi Jamsostek selama 3 minggu ini, di mana kalangan serikat pekerja menuntut agar Iwan mengundurkan diri.
Menurut Iwan, dirinya akan berusaha membereskan masalah itu secara bersama-sama dengan serikat pekerja dan meminta penjelasan dari mereka. Jika mereka bersedia, maka permasalahan akan dianggap selesai dan berakhir dengan baik. Jika tidak, somasi itulah yang akan dilakukannya. “Saya harap minggu ini sudah bisa diselesaikan,” kata Iwan.
Iwan mengingatkan, bahwa yang mengirim surat tersebut tidak dapat dikatakan mewakili seluruh SPJ meskipun surat penolakan dirinya berasal dari Pengurus Pusat (PP) Serikat Pekerja Jamsostek. “Kalau mau sebagai SPJ, harus ada pengurus wilayah, koordinator cabang, koordinator wilayah, banyak lagi,” kata Iwan.
Selain itu, dalam surat itu, tanda tangan pejabat yang menolak hanya dilampirkan. Hal itu, kata Iwan, dapat terkandung manipulasi. “Waktu tanda tangannya dilampirkan, apa yang tanda tangan tahu isi suratnya? Belum pasti kan,” kata Iwan mempertanyakan.
Oleh karena itu, untuk menentukan siapa saja yang akan disomasi, Iwan meminta para pejabat itu menjawab 5 pertanyaan yang diajukannya, yaitu apakah menandatangani daftar sebelum surat jadi, apa tahu isi surat, apa memahami, apa mendukung, dan apakah ikut bertanggung jawab penuh atas keseluruhan isi surat. “Kalau semua jawabannya ya, baru disomasi. Kalau cuma 4 ya tidak disomasi,” kata Iwan.
Dalam kesempatan itu, Iwan juga menyatakan bahwa paling lambat 1 April 2007, dirinya akan mengundurkan diri dari jabatan Direktur Umum Jamsostek. “Capek saya,” kata Iwan.
Nur Aini





