Kerusakan Jalur Lintas Timur Sumatera Akan Dikurangi
Senin, 31 Juli 2006 | 23:31 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah mentargetkan pengurangan jalan rusak di Jalur Lintas Timur Sumatera sepanjang 101,57 kilometer atau 53,8 persen dari keseluruhan jalan rusak sepanjang 218,93 kilometer. Perbaikan jalan rusak tersebut ditargetkan rampung sebelum tujuh hari (H-7) Lebaran tahun ini.
"Target itu cukup realistis," kata Direktur Jalan dan Jembatan Wilayah Barat Departemen Pekerjaan Umum Purnarachman Hadipoernomo.
Menurut dia, dana yang sudah tersedia untuk perbaikan jalan rusak tersebut Rp 130 miliar. Jumlah dana itu masih belum optimal karena, berdasarkan perhitungan, pembangunan kembali jalan rusak perlu dana sekitar Rp 700 juta sampai Rp 1 miliar per kilometer.
"Ada yang perlu ditingkatkan strukturnya, ada yang perlu dijaga fungsinya," katanya.
Dia menjelaskan, suatu jalan dimasukkan kategori rusak berat apabila kendaraan yang melintasinya hanya dapat berjalan dengan kecepatan 20-30 kilometer per jam. Selain itu, pengguna jalan tidak dapat lagi memilih jalur. "Rusak semua," ujarnya.
Di Jalur Lintas Timur Sumatera ini, total jalan rusak mencapai 218,93 kilometer. Perinciannya, jalan rusak ringan 138,92 kilometer dan rusak berat 80,91 kilometer.
Menurut dia, kerusakan jalan disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal terutama akibat kelebihan muatan kendaraan yang melintasinya. "Itu akan memperpendek umur jalan."
Sedangkan faktor eksternal mengakibatkan kerusakan jalan seperti kualitas konstruksi jalan yang tidak memenuhi syarat. Untuk memastikan hal ini, sedang dilakukan audit teknis.
Harun Mahbub - Tempo





