Rencana Pengembangan Soekarno-Hatta Direvisi
Senin, 31 Juli 2006 | 23:41 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Angkasa Pura II merevisi rencana pengembangan Bandar Udara Soekarno-Hatta dari semula 3.300 hektare menjadi 2.700 hektare karena terkendala pembebasan lahan. Saat ini luas area fasilitas lapangan udara di kawasan Cengkareng, Tangerang, mencapai 1.800 hektare.
Menurut Sudaryanto, Sekretaris Perusahaan Angkasa Pura II, akibat adanya perubahan rencana pengembangan tersebut, landasan baru yang akan dibangun hanya satu dari rencana semula dua landasan pacu. Saat ini di Bandar Udara Soekarno-Hatta sudah ada dua landasan pacu (runway) yang kapasitasnya sudah mendekati titik jenuh.
Dia menjelaskan revisi dilakukan karena sulitnya pembebasan lahan yang terkena proyek ini. Dari luas lahan yang harus dibebaskan seluas 600 hektare, baru sekitar 89 hektare yang baru dibebaskan.
Tahun ini Angkasa Pura mentargetkan pembebasan lahan seluas 60 hektare. Pada 2009, pembebasan lahan ditargetkan sudah selesai dilakukan. "Revisinya sudah kami sampaikan kepada Kementerian Badan Usaha Milik Negara," kata Sudaryanto.
Pengembangan ini dilakukan untuk mengantisipasi pertumbuhan penumpang di bandar udara terpadat kedua di dunia ini. Sejak 2004, Bandar Udara Soekarno-Hatta mencatat pertumbuhan sebesar 24 persen per tahun.
Awalnya Angkasa Pura, sebagai pengelola bandar udara, mentargetkan jumlah penumpang 100 juta per tahun. Namun, karena hanya menambah satu landasan pacu, ada kemungkinan bandara hanya bisa menampung 60 juta penumpang per tahun. "Dengan dua landasan sekarang, kami kerepotan mengatur jam terbang," ujar Sudaryanto.
Pada 2005, jumlah penumpang di Bandar Udara Soekarno-Hatta tercatat 29 juta penumpang.
Saat ini, dia melanjutkan, setiap jam Bandar Udara Soekarno-Hatta melayani 65 jam terbang pesawat penerbangan domestik dan internasional.
Waktu tersibuk terjadi pada pukul 06.00-09.00 WIB dan 14.00-19.00 WIB. "Kami sangat perlu menambah landasan pacu karena titik macetnya terjadi pada jumlah jam terbang 75 kali per jam," paparnya.
Angkasa Pura juga akan mulai membuka tender pembangunan terminal nomor 3 agar penumpang domestik bertambah. Dana yang disiapkan Rp 250 miliar.
Angkasa Pura berharap proses pengerjaannya bisa dilakukan pada tahun ini. Perusahaan yang sudah menyatakan minat ikut tender di antaranya PT Adhi Karya dan PT Waskita Karya. "Akhir juli tahun depan diharapkan sudah beroperasi," kata Sudaryanto.
Anton Aprianto - Tempo





