Ekspor Juni Pecahkan Rekor Tertinggi

Selasa, 01 Agustus 2006 | 17:10 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Nilai ekspor Indonesia kembali memecahkan rekor nilai ekspor sepanjang sejarah. Setelah pada Mei 2006 nilai ekspor Indonesia mencapai US$ 8,34 miliar, nilai ekspor di bulan Juni 2006 meningkat 1,70 persen sebesar US$ 8,48 miliar.

Menurut Kepala BPS, Rusman Heriawan, peningkatan ekpor disebabkan meningkatnya ekspor non-migas sebesar 2,38 persen, yaitu dari US$ 6,55 miliar menjadi US$ 6,71 miliar. “Ekspor non migas terbesar berasal dari lemak dan minyak hewani-nabati, bahan bakar batubara, dan karet serta barang dari karet yang besarnya US$ 2,15 miliar,” kata Rusman dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (1/8).

Sementara, nilai ekspor migas mengalami penurunan sebesar 0,82 persen dari US$ 1,79 miliar menjadi US$ 1,77 miliar. Dari data BPS, penurunan nilai ekspor migas disebabkan menurunnya ekspor hasil minyak sebesar20,69 persen menjadi US$ 180,2 juta. dan penurunan ekspor gas sebesar 17,22 persen menjadi US$ 773,1 juta.

Total nilai ekspor selama semester, jelas Rusman, mencapai US$ 46,92 miliar. Ekspor hasil pertanian, kata dia, meningkat 23,51% dibanding periode yang sama pada 2005. Demikian juga dengan ekspor hasil industri meningkat 12,54%, dan hasil tambang meningkat 25,43%.

Ekspor non-migas terbesar sepanjang semester pertama, kata dia, dilakukan ke Jepang, yaitu sebesar US$ 5,3 miliar. Ekspor tertinggi kedua, lanjut dia, dilakukan ke Amerika sebesar US$ 5,21 miliar. Setelah itu, ekspor terbesar dilakukan ke Singapura sebesar US$ 3,83%. “Ekspor ke tiga negara itu menyumbang hampir 40% dari total ekspor sepanjang semester pertama,” kata Rusman. Sementara, ekspor ke Uni Eropa mencapai US$ 5,48 miliar.

pramono






Komentar Anda

Kirim