Target Pertumbuhan Kredit Tahun Ini Sulit Dicapai
Rabu, 02 Agustus 2006 | 17:46 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Bank Indonesia memperkirakan target pertumbuhan kredit perbankan tahun ini sebesar 20 persen sulit tercapai karena masih tingginya kredit bermasalah di bank-bank milik pemerintah. "Susah mencapai target itu (20 persen)," kata Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia Miranda S. Goeltom di Jakarta hari ini.
Miranda enggan memprediksi pertumbuhan kredit yang bisa dicapai hingga akhir tahun. Sebab masih banyak faktor-faktor yang tidak pasti seperti asumsi harga minyak, harga minyak kelapa sawit, dan sebagainya. Hingga Mei 2006, pertumbuhan kredit perbankan mencapai Rp 747,6 triliun atau baru mencapai 2,4 persen dari total target 20 persen.
Ia menjelaskan, dari total kredit bermasalah kotor (non perfoming loan gross) per Mei 2006 sebesar 8,8 persen, kontribusi bank-bank BUMN cukup besar mencapai 70 persen. Tingginya kredit bermasalah bank-bank pelat merah didominasi kredit korporasi. "Sulit membayangkan mereka (bank-bank BUMN) memulai memberikan pinjaman," ujarnya.
Karena itu, dia berharap revisi Peraturan Pemerintah nomor 14/ 2005 tentang Penanganan Piutang BUMN segera terselesaikan. Sebab bank-bank pemerintah akan kesulitan menurunkan rasio kredit bermasalah apabila ketentuan itu tidak direvisi.
Suryani Ika Sari





