Properti Ritel di Jakarta Menumpuk
Kamis, 03 Agustus 2006 | 16:17 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Direktur Eksekutif Pusat Strategis Intelijen Property Ali Tranghanda mengatakan, para pengembang dinilai sering melakukan kesalahan umum dalam membangun ruang-ruang ritel. Dia menyebut kesalahan itu dengan istilah limitasi lokal.
"Membangun ruang ritel di lokasi yang sama, segmentasi sama, dan waktunya sama," kata dia, di Jakarta, Kamis (3/8). Para pengembang cenderung mengikuti rintisan pembangunan pada lokasi yang dinilai memiliki nilai ekonomis tinggi.
Ali mencontohkan, ketika ruang ritel mulai dibangun di Mangga Dua atau Kelapa Gading, Jakarta, sebagian besar pengembang beramai-ramai membangun di lokasi itu.
Akibatnya, kata Ali, pasar ritel terkesan jenuh. "Padahal belum over supply," ujarnya. Fenomena ini lebih terasa di Jakarta. Tapi di Surabaya yang juga menjadi parameter properti Indonesia, persebaran ruang ritel masih wajar.
Untuk memecah penumpukan ruang ritel ini, Ali mengusulkan, pengembang perlu melirik daerah kosong utnuk menjadi lokasi ruang ritel baru. Dia menyebut perumahan di pinggir kota yang yang butuh jasa komersial sebagai daerah yang prospektif menjadi ruang ritel baru.
Harun Mahbub





