Bio Farma Tetap Impor Vaksin Flu Burung Qilu
Kamis, 03 Agustus 2006 | 22:31 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:PT Bio Farma (Persero), jika menang tender di Departemen Pertanian, tetap akan mengimpor vaksin flu burung Qilu buatan Cina meski pembuatannya menggunakan mesin milik Yebio Bio Engineer Co. Ltd.
Pabrik Qilu di Cina sebelumnya dikabarkan tutup. Akibatnya, pabrik itu menjalin kerja sama dengan Yebio, yang berlokasi di Qing Dao, Cina, agar tetap dapat memasok vaksin ke Bio Farma.
Direktur Pemasaran Bio Farma Sarimuddin Sulaeman menyatakan pembuatan vaksin Qilu yang menggunakan mesin Yebio itu tidak menyalahi aturan. "Itu bisa saja. Qilu hanya meminjam mesin Yebio. Jadi kami tetap mengimpor vaksin Qilu," katanya.
Namun, sumber Tempo yang dekat dengan Departemen Pertanian mengungkapkan Qilu tidak bisa sembarangan memakai mesin Yebio. Hal ini berkaitan dengan certificate of origin (sertifikat asal produk) dari pemerintah Cina. Jika menggunakan mesin Yebio, sertifikat tidak akan keluar atas nama Qilu, tapi Yebio.
Padahal sertifikat itu menjadi syarat mutlak memenangi tender. Masalah yang lain, nomor registrasi vaksin Yebio sedang diproses PT Indofarma Tbk., yang juga peserta tender. Sehingga Bio Farma tidak mungkin menggunakan vaksin Yebio tersebut.
"Yang saya dengar, PT Biotek Indonesia membantu Bio Farma mengusahakan pengalihan registrasi vaksin Yebio dari Indofarma ke Bio Farma."
Presiden Direktur Biotek Sudirman D.V.M. menampik tudingan ini. Menurut dia, Biotek hanya distributor Bio Farma di dalam negeri. "Kami menjual untuk keperluan domestik," katanya. "Jadi ceritanya terbalik."
Dia juga mengaku tidak mengetahui registrasi Yebio milik Indofarma. Meski begitu, Sudirman berpendapat kerja sama antarprodusen vaksin hal yang biasa. "Tidak harus beli nomor registrasi."
Sarimuddin juga membantah kabar bahwa Bio Farma tengah berusaha mengalihkan registrasi Yebio. "Tidak ada perubahan nomor registrasi," katanya. "Itu hanya isu yang diembuskan pihak yang sudah kalah."
Ewo Raswa




Komentar Anda :