Penjualan Produk Nasional Turun 30 Persen
Senin, 07 Agustus 2006 | 16:00 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia M.S. Hidayat mengakui, penjualan produk nasional turun lebih dari 30 persen sejak Oktober 2005 hingga kini. Penurunan itu terutama terjadi pada barang-barang konsumsi (consumer goods).
Menurut dia, ini terjadi karena mulai tidak kompetitifnya produk nasional dengan impor. "Saat ini barang produksi dalam negeri sudah tidak kompetitif di banyak komoditi,” ujar Hidayat usai Pembukaan Pameran Produksi Indonesia di Arena Pekan Raya Jakarta Kemayoran.
Dia mencontohkan, pusat grosir terbesar di Tanah Abang, Jakarta, yang sejak 30 tahun lalu menjadi pusat produksi barang-barang tekstil dan garmen dalam negeri, sekarang hampir 50 persen dikuasai produk impor.
“Soal harga mungkin relatif, tapi kualitas produk impor baik sehingga industri harus membenahi sistem produksinya agar lebih efisien dan kompetitif," kata Hidayat.
Penyebabnya, menurut Hidayat, bisa bermacam-macam yakni dari biaya produksi yang tidak efisien, bunga tinggi, dan daya beli masyarakat yang turun. Karena itu, Kadin
meminta agar sektor industri kembali menjadi sektor unggulan. Pemerintah harus membuat road map industri yang integratif dengan sektor-sektor lain seperti perdagangan dan pertanian. Sektor industri tidak bisa lagi hanya menjadi konsep dari Departemen Perindustrian saja.
Selama ini, kata Hidayat, kebijakan ekonomi yang dibuat suatu departemen tumpang tindih dengan departemen lain sehingga menimbulkan kontraproduksi terhadap dunia industri. Ke depan, industri memerlukan kebijakan terpadu dari Menteri Koordinator Perekonomian.
Badriah




Komentar Anda :