Menteri Perindustrian Minta Biaya Riset dari APBN
Senin, 07 Agustus 2006 | 17:51 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri perindustrian Fahmi Idris minta 2-5 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dialokasikan untuk membiayai program riset dan pengembangan.
Menurut Fahmi, ini untuk mendorong peningkatan kualitas produk dalam negeri sehingga bersaing bisa dengan produk impor. "Sekitar 2-3 persen layak untuk tahap awal. Bahkan sampai 5 persen pun masih layak, karena alokasi anggaran untuk pendidikan 20 persen," ujarnya.
Kegiatan riset dan pengembangan, kata Fahmi, merupakan bagian dari sistem pendidikan. Kalau anggaran pendidikan meningkat, biaya riset dan pengembangan juga harus meningkat. "Dengan tingkat kompetisi yang semakin tinggi, ada keharusan meningkatkan kualitas produk, maka riset dan pengembangan produk unggulan sangat penting."
Fahmi menilai, saat ini pemerintah kurang memberi porsi dana yang cukup untuk meningkatkan kualitas riset dan pengembangan produk. Pemerintah Singapura misalnya, mengeluarkan biaya riset dan pengembangan 2005-2010 Sin$ 7,5 miliar.
Menurut dia, pemerintah sedang membahas usulan dari pelaku usaha yang meminta biaya riset dan pengembangan dibebaskan dari pajak.
Rr Ariyani





