Laporan Keuangan PT Kereta Api Diduga Keliru Sejak Lama
Senin, 07 Agustus 2006 | 18:49 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Lembaga swadaya masyarakat pengamat perkeretaapian Indonesia (Indonesian Railway Watch) menyatakan bahwa permasalahan laporan keuangan yang terjadi di PT Kereta Api Indonesia diduga keliru sejak lama. Seharusnya perusahaan itu sudah untung sejak berubah status dari jawatan menjadi perusahaan umum (Perum) pada 1991.
Menurut Direktur Eksekutif IRW Taufik Hidayat laporan keuangan konsolidasi PT Kereta Api tanggal 31 Desember 2005 yang diaudit oleh kantor akuntan publik Sofwan Adnan menyimpan banyak keraguan. “Tidak hanya untung 6,9 miliar yang seharusnya jadi rugi Rp 63 miliar seperti yang diungkapkan komisaris perusahaan itu,” kata dia kepada Tempo Senin (7/8).
Keraguan tersebut, dia melanjutkan, terdapat pada biaya operasi langsung dan tidak langsung yang dimasukkan ke dalam biaya yang masih harus dibayar (pos beban usaha). Seharusnya, jumlah sekitar Rp 98 miliar itu tidak bisa langsung masuk pos beban usaha karena harus disertai kontrak oleh pihak ketiga. “Kalau tidak ada kontrak dari pihak ketiga harusnya tidak ada biaya ini,” katanya. dia.
Saat dimintai konfirmasinya, juru bicara PT Kereta Api Nurhamidi mengaku tak tahu persoalan keuangan perusahaannya. Sedangkan Direktur Keuangan Kereta Api Achmad Kuntjoro menyatakan dirinya tidak bisa menjawab masalah tersebut karena belum banyak tahu tentang operasional kereta api. “Nanti direksi akan melakukan konferensi pers tentang masalah itu pada pekan ini,” ujarnya.
Anton Aprianto





