Telkom: Flexi Combo Hanya Penyempurnaan

Senin, 07 Agustus 2006 | 20:37 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk. menjelaskan bahwa produk Flexi Combo hanya penyempurnaan dari produk serupa yang diluncurkan dua tahun lalu.Yang dimaksud penyempurnaan adalah aktivasi melalui pesan singkat (SMS).

" Flexi Combo yang baru berbeda dengan telepon seluler yang menggunakan satu nomor untuk berkomunikasi d iseluruh wilayah. Selain itu, Flexi Combo juga tidak memiliki fasilitas jelajah atau roaming," kata Direktur Consumer Market Telkom Guntur Siregar usai bertemu dengan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) di Jakarta.

Terkait penjelasan Telkom tersebut, BRTI dalam pernyataannya mengatakan, akan terus mengkaji lebih detail layanan Flexi Combo tersebut. "BRTI juga ada kemungkinan mengecek pelaksanaannya di lapangan ke beberapa kota dalam waktu dekat."

Pekan lalu, BRTI berencana mengkaji layanan baru Flexi Combo. Sebab layanan telepon tetap nirkabel ini dapat digunakan ke seluruh daerah yang terdapat layanan Flexi.

Anggota BRTI Heru Sutadi mengatakan, layanan baru tersebut dikhawatirkan melanggar Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 35/2004 tentang Penyelenggaraan Jaringan Tetap Lokal Tanpa Kabel dengan Mobilitas Terbatas. " Kami akan kaji secara spesifik lagi tentang cara kerja layanan tersebut. Jika satu nomor bisa dipakai ke mana-mana, itu melanggar keputusan menteri," kata Heru.

Pada 1 Agustus lalu, PT Telkom meluncurkan layanan baru Flexi Combo. Layanan telepon tetap nirkabel ini dapat digunakan di 200 kota di Indonesia dengan tarif lokal. Caranya, selain mendapatkan satu nomor induk, pelanggan mendapat dua nomor temporer untuk area lain yang akan dikunjunginya. Dua nomor temporer tersebut dapat diubah setiap saat pelanggan, jika hendak bepergian ke kota lain. Setiap nomor memiliki masa tiga hari melalui pesan singkat (SMS) ke nomor 777.

Setelah pelanggan tiba di kota yang telah didaftarkan melalui pesan singkat, kode area layanan fleksinya berubah sesuai kode area kota tersebut. Jadi ketika menerima telepon di kota yang disinggahi, pelanggan dikenai tarif Rp 250 per 30 detik. Namun, untuk panggilan ke nomor telepon lokal pelanggan, tarif yang dikenakan adalah tarif lokal. Soal tagihan akan dijadikan satu dengan nomor induk.Eko Nopiansyah






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: