Pasar Menanti Rapat Bank Indonesia
Selasa, 08 Agustus 2006 | 11:04 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pelaku pasar saham dan pasar uang hari ini menanti rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, mengenai rencana penurunan suku bunga. Jika bank sentral memutuskan menurunkan BI Rate 50 basis poin dari posisi 12,25 persen ---seperti yang diperkirakan sejumlah analis, maka kemungkinan pelaku pasar bakal terus memburu saham-saham perbankan. "Aksi beli berlanjut menyusul penurunan suku bunga," kata analis Recapital Asset Management, Satrio Utomo. Penurunan suku bunga jadi indikasi membaiknya perekonomian Indonesia.
Pada pembukaan perdagangan saham pagi ini, indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Jakarta sudah naik 6,206 poin (0,44 %) dibanding penutupan kemarin, ke posisi 1.409,696. Tapi Satrio mengingatkan, kenaikan indeks bakal tertahan bila harga minyak dunia terus melambung. Dalam perdagangan tadi pagi, harga minyak terus merangsek menyentuh level US$ 78 per barel.
Kondisi serupa terjadi di pasar uang. Pada pembukaan perdagangan hari ini, rupiah melemah tipis ke level 9.075 per dolar Amerika Serikat. Padahal, pada penutupan perdagangan kemarin, rupiah menguat 15 poin ke posisi 9.070 per dolar AS. Aries Setiawan, dealer valas sebuah bank swasta, memperkirakan rupiah hari ini dapat menguat dna melewati level 9.050 per dolar AS. Lagi-lagi, perkiraan ini mengacu kepada rencana bank sentral menurunkan suku bunga hari ini.
Muchtar Wijaya | Yura





