Perjanjian Pemegang Saham Baru Semen Gresik Sudah Berlaku
Selasa, 08 Agustus 2006 | 16:10 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Perjanjian pemegang saham antara pemerintah Indonesia dan Blue Valley Holdings Pte. Ltd. sudah berlaku efektif sejak ditandatangani 24 Juli lalu.
Penasehat hukum pemerintah Rambun Tjajo mengatakan, ada persyaratan pendahuluan yang sudah dipenuhi para pihak terkait, yakni Cemex SA sepakat mencabut tuntutannya di lembaga arbitrase internasional, pengakhiran perjanjian jual beli pemegang saham dengan pemerintah, dan penegasan dari Badan Pengawas Pasar Modal bahwa Blue Valley tidak perlu melakukan tender offer dalam pembelian saham 24,9 persen. "Jadi perjanjian itu berlaku efektif dan mengikat kedua belah pihak," kata Rambun kepada Tempo.
Pada 24 Juli lalu, pemerintah dan Blue Valley menandatangani perjanjian pemegang saham PT Semen Gresik Tbk. Blue Valley adalah pemilik baru 24,9 persen saham Semen Gresik yang dibeli dari Cemex SA dari Meksiko. Perjanjian setebal 46 halaman itu antara lain menyatakan bahwa perjanjian baru efektif, jika memenuhi tiga persyaratan pendahuluan, yaitu pencabutan gugatan Cemex di ICSID, pengakhiran perjanjian jual beli (CSPA), dan keluarnya pernyataan Bapepam bahwa Blue Valley tidak perlu melakukan tender offer. Perjanjian akan berakhir, jika persyaratan pendahuluan itu tidak terpenuhi dalam waktu 30 hari sejak ditandatangani.
Direktur Pelaksana Rajawali Corpora--induk Blue Valley--Darjoto Setyawan membenarkan hal ini. Menurutnya, Blue Valley memperoleh surat pernyataan tidak perlu tender offer dari Bapepam. Dengan demikian, isi perjanjian tinggal dituangkan dalam anggaran dasar Semen Gresik, menggantikan anggaran dasar sebelumnya. Rencananya segera digelar rapat umum pemegang saham luar biasa Semen Gresik untuk membahas anggaran dasar yang baru.
Dia menambahkan, Peter Sondakh--pemilik Rajawali--bertemu dengan pemerintah. Dalam pertemuan itu, Peter menjelaskan rencana Blue Valley di perusahaan semen yang memiliki pangsa pasar nasional 47 persen. Salah satunya, Semen Gresik harus berorientasi menjadi pemain di tingkat regional seperti Malaysia, Thailand, atau Vietnam. Pertimbangannya, pangsa pasar saat ini dinilai sudah besar dan bisa terkena aturan monopoli. "Jadi Semen Gresik akan melakukan ekspansi pabrik baru di negara-negara itu," kata dia.
budi riza
Topik :






Komentar Anda :